Kontribusi yang ditunggu Indonesia dari Mahasiswa dan Lulusan UNPAD untuk Pembangunan Sektor Maritim

Restrukturisasi Kurikulum Prodi Ilmu Kelautan Menuju Kampus Merdeka di Era Digital 4.0
Dr.-Ing. Widodo S. Pranowo sebagai anggota Dewan Penasehat Akademik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran (UNPAD)

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Padjadjaran (UNPAD), pada 18 Juni 2020 secara online, mengadakan Workshop Restrukturisasi Kurikulum Prodi Ilmu Kelautan Menuju Kampus Merdeka di Era Digital 4.0. Adapun Narasumber ke-3 adalah
Dr.-Ing. Widodo Setiyo Pranowo, M.Si dari Laboratorium Data Laut & Pesisir (Marine & Coastal Data Laboratory, MCDL), Pusat Riset Kelautan, KKP.

Cendana News: Ahli Berkata Fenomena Rob Terjadi Alamiah

Cendana News JAKARTA – Fenomena rob atau air pasang, merupakan suatu hal yang alami. Pada saat rob mempengaruhi tempat tinggal manusia, menurut para ahli dikarenakan adanya penuru nan lapisan tanah akibat buruknya tata kelola pengam bilan air tanah.

Ahli Oseanografi, Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo, menyatakan istilah rob aslinya dari terminologi bahasa Jawa di Pantura, yang menggam barkan kondisi naiknya air laut pada saat kondisi pasang yang membanjiri atau menggenangi daratan.

Jadi pada terminologi awal dulu kala, Rob dibangkitkan atau disebabkan oleh air pasang tinggi. Dengan makin perkembangan teknologi, seperti DGPS (Differential Global Positioning System), maka selain diakibatkan oleh kondisi air laut pasang, faktor penurunan muka tanah pada pesisir pantura juga makin meningkatkan intensitas terjadinya rob; kata Widodo, saat dihubungi, Jumat (22/5/2020).

Read More Cendana News: Ahli Berkata Fenomena Rob Terjadi Alamiah

Cendana News: Peneliti-Akademisi Kelautan Dihimbau Lebih Aktif Tulis Jurnal

Seminar Online ISOI Komda Jakarta 18 Mei 2020

JAKARTA – Para peneliti dan akademisi dihimbau untuk lebih aktif mengeluarkan jurnal ilmiah, baik dalam bentuk murni maupun populer. Karena tulisan ilmiah ini bisa bermanfaat, tidak hanya bagi peneliti atau akademisi yang bersangkutan, tapi juga mampu meningkatkan serapan iptek di masyarakat.

Peneliti Oseanografi, Dr.-Ing. Widodo S.Pranowo, menyebutkan saat ini penerbitan jurnal ilmiah para peneliti dan akademisi bidang kelautan masih kurang masif dan kurang muncul ke publik. Untuk memulainya, para penelitidan akademisi bisa mulai membuat profil minimal pada tiga website jurnal ilmiah, yaitu ORCID, Google Scholar dan Scopus. Kenapa ini penting? Karena hal ini akan memudahkan proses indeksitasi karya kita; kata Widodo, saat Zoom Seminar Kelautan terkait Penelitian Kelautan di Era Digital, Senin (18/5/2020).

Read More Cendana News: Peneliti-Akademisi Kelautan Dihimbau Lebih Aktif Tulis Jurnal